ikan kuning berenang ke sana ke mari. matanya yang hitam pekat awas memperhatikan jikalau pemiliknya tiba-tiba memberikan gumpalan bola yang rasanya membosankan namun terpaksa ia makan, itupun harus berebutan dengan ikan kuning lainnya. namun ia ingat saat ini baru pukul 5 pagi, itu artinya satu jam lagi pemiliknya akan datang memberinya gumpalan bola itu sembari menyapa kami semua. hai sayang, makan yang banyak ya, ayah pergi kerja dulu ya. begitu kalimat yang selalu pemiliknya lontarkan setiap hari. lewat rumah kacanya ini, ia dapat melihat apa saja, siapa saja. anak-anak kecil yang berebutan menaruh gumpalan bola di atas air lalu menyerok-nyerok kami seakan kami mainan bagi mereka yang mengakibatkan rumah kaca ini kotor sehingga pemiliknya harus merelakan akhir pekannya untuk membersihkan rumah kaca ini. belum lagi kalau kucing-kucing pemilik yang tiba-tiba naik ke atas rumah kaca, kami kaget bukan main. khawatir akan diterkam olehnya. kucing abu-abu yang ia ketahui bernama okky, kucing hitam betina bernama minil, dan yang paling ia takuti adalah kucing oranye besar (yang kata anak pemiliknya lebih mirip mufasa daripada kucing itu) yang mereka panggil dengan sebutan bondol.
ikan kuning tidak pernah tidur. ia senang bermain bersama teman-teman, memunguti batu-batu di rumah kacanya dan melemparkan batu-batu tersebut ke teman-temannya. ia senang memerhatikan anak pemiliknya yang suka ketiduran di sofa sebelah rumah kaca kami ketika menonton kartun yang kalau tidak salah ia dengar berjudul gumball. ikan kuning dan teman-temannya suka kartun itu juga. ikan kuning juga senang memerhatikan anak pemiliknya juga senang membaca buku di sofa itu, kadang ia pun ikut membaca. pernah ia baca cerita tentang tikus yang hidupnya ternyata jauh lebih menyedihkan dari ikan kuning. meskipun ikan kuning hidup di rumah kaca dan tikus hidup bebas, tidak pernah sekalipun pemilik memukul dan mengusir kami. beda cerita bila ada tikus di rumah, bondol dan minil disiagakan untuk menangkap mereka.
ikan kuning melirik ke jam dinding di atas tv yang menunjukkan pukul 10 pagi. ikan kuning sudah bosan bermain batu dengan teman-teman, lalu mata hitam pekatnya ke arah lain. ikan kuning tidak sadar bahwa anak pemilik dari tadi duduk di karpet. ia minum teh tarik dan ada bronis hadiah dari teman adiknya anak pemilik. ada okky juga di meja ruang tamu, sedang tertidur. anak pemilik sedang memencet-mencet benda yang mirip tv. sepertinya anak pemilik sedang menulis. ikan kuning mendekat dan memerhatikan. anak pemilik sedang menulis cerita berjudul ikan kuning. sama seperti dirinya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar