stasiun jatinegara pukul 3 pagi,
kereta yang ditumpangi perempuan sepulangnya dari kampung halaman ibunya tiba di kota kelahirannya.
stasiun yang biasanya padat oleh lalulalang orang-orang, pagi itu hanya diisi oleh sebagian penumpang kereta gajahwong rute stasiun lempuyangan - pasar senen yang memilih untuk turun di stasiun jatinegara.
kepalanya ramai seperti perayaan malam tahun baru,
jika malam tahun baru ramai oleh kembang api,
maka kota jogja adalah kembang api di kepalanya.
kampung wisata sosrowidjojo yang bagi sebagian orang hanya terlihat seperti gang dengan banyak hotel dan warung kopi di dalamnya,
baginya adalah suara terompet yang ditiupkan orang-orang ketika malam tahun baru.
gang sempit jalan malioboro,
hingar bingar hotel mewah,
lalu lalang para turis lokal dan internasional,
angkringan di sebelah gang tersebut,
adalah pelengkap malam tahun baru di kepalanya.
sebagian orang fokus pada pertunjukan musik jalanan depan halte transjogja,
sebagian lagi sibuk menukarkan uangnya dengan barang yang dijajakan.
beda cerita dengan perempuan ini.
kepalanya sibuk pada bayangan lelaki yang ia temui di depan toko circle k malioboro,
ia membawa tumpukan baju yang hendak ia jajakan di depan toko tersebut,
perawakannya kurus dengan kulit kuning langsat khas jawa,
rambutnya gondrong sebahu,
namun ia lebih suka menguncirnya atau memakaikan topi untuk kepalanya.
"lucu." kata perempuan itu pada sahabatnya,
kata lucu bermakna bahwa lelaki tersebut berhasil membuatnya terpesona.
"ah, biasa saja." kata sahabatnya.
benar, dia biasa saja. tidak istimewa.
namun kalimat "hey, kita bertemu lagi.. yang tadi papasan di sosrowidjojo ya?" berhasil membuat ia tidak mampu menyudahi sunggingan senyum di wajahnya.
lelaki itu, jika ia adalah malam tahun baru, maka ia adalah harapan dan impian yang akan dipanjatkan oleh perempuan jakarta ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar