di pinggiran pusat kota,
aku ingat kala itu kamu bercerita tentang apa saja padaku,
tentang hobi papamu,
tentang masakan kesukaanmu,
tentang kebiasaanmu waktu kecil yang suka mengganggu papa mamamu kala mereka sedang berdua,
tentang cerita perjalananmu di eropa.
matamu yang berbinar,
genggaman tanganmu yang hangat,
dan satu teko hangat teh rosella untuk kita berdua.
namun lambat kusadari bahwa aku,
kamu,
kita,
terpaut oleh waktu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar