ini cerita tentang seorang perempuan yang sedang menghabiskan akhir pekan memikirkan kehidupannya yang akan menuju seperempat abad duapuluh tiga hari lagi,
di tempat yang sering kali dihabiskan bersama keluarganya setiap bulan sehabis belanja bulanan;
food court itc bsd.
setiap sudut, plang nama restoran, bahkan lalu lalang perut orang-orang yang minta untuk diisi menjadi pemandangan yang sangat ia nikmati.
ia hafal betul harum toge goreng yang tercampur dengan bau nasi goreng, pempek dan steak murah di sana.
namun tempat itu nampak asing baginya hari ini,
dia masih ingat rasanya empat tahun lalu di food court itc bsd, ia memilih paket hemat hoka-hoka bento kesukaanya.
tidak sedikitpun makanan itu menggungah seleranya, sebab semalam sebelumnya lelaki yang pernah sangat ia sayangi memilih untuk pergi.
hari itu, kali pertama ia merasakan sakitnya patah hati.
tapi bukan itu yang ingin ia ceritakan hari ini.
dengan nampan berisi empat paket ayam richeese, ia menuju meja makan tempat keluarganya berada.
ibunya sedang menyeka airmata saat ia sampai di meja makan.
sebuah pertikaian kecil antar ayah ibunya.
namun bukan itu pula yang ingin ia ceritakan.
pagi tadi, ia baru saja berpelukan oleh sahabatnya sebelum sahabatnya kembali ke kota perantauannya,
sebut ia perempuan malang sebab ia sempat jatuh hati pada sahabatnya tersebut,
namun sebut pula ia perempuan beruntung sebab ia baru saja menghabiskan hari menyaksikan matahari terbit dengan sahabatnya itu.
masih hangat pikirannya oleh harum parfum sahabatnya yang menempel di kausnya dan kening yang baru saja dicium.
lagi-lagi, bukan itu yang ingin dia ceritakan.
otaknya bekerja keras mencari jawaban mengapa semalaman yang dia pikirkan adalah lelaki itu,
lelaki yang sering ia jumpai tiap jam makan siang kantornya.
di warung soto favorit perempuan itu,
di warung soto favorit perempuan itu,
lelaki yang sempat bertanya sebelum kepergiannya menuju kafe favorit dia dan sahabatnya berada perihal siapa yang lebih ia pilih;
dia atau sahabatnya?
dia atau sahabatnya?
perempuan itu memilih sahabatnya.
tapi ternyata hatinya memilih lelaki tersebut.
namun malang nian nasib perempuan itu,
sebab lelaki itu akan menikah dengan pujaan hatinya duapuluh tiga hari lagi,
tepat di hari ulang tahunnya yang keduapuluh lima.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar